Memahami logika keputusan kami dari radiasi hingga ROI investasi panel surya
Rantai kausal dari radiasi matahari hingga keputusan kelayakan investasi:
Nilai radiasi harian di lokasi Anda (kWh/m²/hari) menentukan berapa energi maksimal yang bisa diproduksi panel
Produksi energi dibandingkan dengan konsumsi listrik untuk menentukan energi yang dapat dimanfaatkan (offset), dikonversi menjadi penghematan finansial
Penghematan tahunan dibandingkan biaya investasi untuk mendapatkan payback period — metric kelayakan final
Proses analisis multi-skenario dari input hingga rekomendasi:
Data lokasi Anda digunakan untuk query data radiasi matahari berbasis satelit dari NASA POWER yang telah diproses dan disesuaikan dengan koordinat geografis spesifik Anda untuk hasil akurat per lokasi
Sistem mengestimasi kebutuhan energi dari tagihan lalu membangun kandidat kapasitas dari 2 kWp hingga min(requiredKwp, 8 kWp) (step 1 kWp). Setiap kandidat disimulasikan secara penuh (panel diskrit, luas atap, produksi bulanan, offset, penghematan, ROI).
Penghematan dihitung dari energi yang efektif di-offset (maks 75% konsumsi) dikalikan dengan tarif PLN yang kita pakai (Rp 1.444/kWh). Dari situ dihitung penghematan tahunan dan ROI (estimasiBiaya ÷ savingTahunan). Skenario dengan ROI > 15 tahun atau penghematan ≤ 0 dianggap tidak feasible.
Payback period = Biaya instalasi total ÷ Penghematan tahunan. Hasil ini mewakili berapa tahun investasi Anda akan kembali. Horizon investasi kami asumsikan 25 tahun (umur panel), sehingga semakin pendek payback period semakin menguntungkan
Setelah analisis, kami memberikan status berdasarkan payback period investasi Anda:
Payback < 7 tahun
Investasi sangat menguntungkan dengan return yang cepat
Payback 7-10 tahun
Investasi menguntungkan untuk jangka panjang
Payback > 10 tahun
Butuh evaluasi lebih lanjut dengan profesional
Setiap asumsi di bawah dipilih berdasarkan data industri terkini dan kondisi pasar Indonesia — ini bukan arbitrary, ini adalah foundation model kami:
Kami memakai konstanta berikut: tarifPLN = Rp 1.444/kWh, performanceRatio = 0.75,kapasitasPerPanel = 0.55 kWp, luasPerPanel = 2.5 m²,hargaPerKWp = Rp 15.000.000, dan chartYears = 15 untuk grafik ROI.
Potensi teoritis dikurangi 25% untuk akun variabilitas cuaca tropis (awan, hujan musiman, kelembaban tinggi), debu, dan sub-optimal mounting angle — ini refleksi kondisi real Indonesia
Mencakup: panel premium Tier-1, inverter hybrid, struktur mounting, kabel/breaker, dan labor. Ini mid-range estimate 2024 untuk residential di Indonesia urban
Batas evaluasi meliputi kapasitas kandidat 2–8 kWp, batas luas atap 40 m², offset maksimal 75%, dan skenario dengan ROI > 15 tahun akan ditolak. Grafik ROI menampilkan 0..15 tahun.
Panel mengalami degradasi minimal 0.5% per tahun (industri standard). Prototype saat ini belum memodelkan degradasi eksplisit, sehingga estimasi cenderung sedikit optimistik terhadap produksi jangka panjang — hasil aktual kemungkinan lebih konservatif
Status: Pre-Feasibility Screening
SolarWise dirancang untuk tahap pre-screening cepat — bukan final engineering assessment. Ini untuk menjawab "apakah worth exploring?" — bukan "ready to install?"
Semua perhitungan bersifat konservatif
Kami sengaja menggunakan asumsi pesimis untuk menghindari overestimation keuntungan — hasil sebenarnya bisa lebih baik
Hasil adalah estimasi berbasis data publik
Berdasarkan data NASA dan tarif rata-rata PLN. Kondisi spesifik rumah Anda (shadow, angle, efficiency loss) hanya bisa divalidasi via survei lapangan
Risk factors yang tidak diperhitungkan
Perubahan kebijakan subsidi, akses jaringan listrik, kondisi struktural atap, cuaca ekstrem — ini semua bisa mempengaruhi hasil
Untuk keputusan investasi final...
Wajib konsultasi dengan profesional solar lokal dan lakukan survei teknis menyeluruh
Cek kelayakan rumah Anda sekarang dengan data lokasi dan tagihan listrik Anda
Mulai Cek Kelayakan